Tips saat bingung memilih handphone

Salah satu belanja yang paling membingungkan adalah belanja handphone. Apalagi untuk orang yang awam tentang hape seperti saya. Banyaknya pilihan merek dengan fitur yang serupa membuat belanja hape menjadi sebuah proses yang panjang dan terkadang melelahkan.

Meskipun begitu, saya tetap menjalaninya karena dengan uang yang saya keluarkan, saya ingin mendapatkan handphone dengan fitur terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan untuk komunikasi sehari-hari, browsing Internet, nonton YouTube, dan baca-baca media sosial.

Nah, berikut adalah hal-hal yang saya lakukan saat membeli hape beberapa waktu yang lalu. Mudah-mudahan bisa membantu Anda yang sedang bingung memilih handphone:

Tentukan budget


Ini adalah hal pertama yang harus disepakati sebelum mencari handphone. Berapa besar uang yang bisa kita belanjakan? Karena ini akan menentukan model dan merek handphone yang bisa kita beli.

Saya pribadi selalu menentukan budget membeli handphone tidak lebih dari 2,5 - 3 juta rupiah. Karena kalau sudah lebih dari itu, saya merasa harganya sudah terlalu mahal.

Anda bisa menentukan sendiri berapa besar budget yang perlu disiapkan, dan menurut hemat saya, akan lebih baik jika besarannya bisa mencukupi tanpa harus membeli dengan cicilan.

Hindari beli dengan mencicil


Handphone adalah barang yang nilainya cepat jatuh. Sebuah handphone flagship sekalipun akan terlihat "tua" dalam beberapa bulan saja karena model terbaru sudah keluar lagi. 

Untuk itu, saya tidak menyarankan untuk membeli handphone dengan cara kredit karena tidak akan sebanding dengan tenaga dan pengorbanan yang kita lakukan untuk membayar cicilannya. Untuk belanja handphone, langkah yang paling rasional menurut saya adalah dengan menabung sampai dananya mencukupi.

Baca atau tonton ulasan (review)


Setelah budget tersedia, kita sudah bisa memulai pencarian handphone yang sesuai dengan budget yang telah disiapkan.

Saya biasanya mulai dengan membuka marketplace seperti Bukalapak, Lazada, Tokopedia, dan sebagainya. Di market place tersebut, saya bisa filter semua handphone yang harganya masih dalam jangkauan budget saya. Nah, di sinlah biasanya kebingungan dimulai. Karena ternyata banyak sekali model dan merek yang ditawarkan dengan fitur yang serupa antara satu dengan yang lainnya.

Setelah mensortir, saya mulai memilih model-model handphone yang saya sukai dan membaca atau menonton ulasannya. Karena saya tidak punya preferensi pada satu merek tertentu, maka proses ini bisa memakan waktu cukup lama. Dari pengalaman saya, dari mulai mencari, membaca review, dan akhirnya memilih bisa makan waktu hingga 2-3 minggu.

Satu cara yang menurut saya patut untuk dilakukan adalah dengan mempertimbangkan model-model flagship terdahulu. Memang sudah tidak "in" lagi, tapi biasanya model-model tersebut punya spesifikasi yang lebih mumpuni dibandingkan dengan handphone-handphone baru dari merek lain.

Spesifikasi


Untuk spesifikasi, saya tidak akan terlalu spesifik. Saya hanya menyarankan pilihlah handphone dengan processor Snapdragon. Hindari membeli handphone yang menggunakan processor MediaTek (MTK) meski harganya lebih murah.

Dari pengalaman saya, handphone dengan processor MediaTek cenderung lebih panas, boros baterai, dan terlambat dalam menerima update.

Sedangkan untuk besar layar, saya menyarankan dengan ukuran 5-5,5 inchi. Lebih dari itu sudah terlalu besar meskipun lebih enak untuk dilihat. Begitu juga dengan memori, akan lebih baik memilih handphone yang punya memori di atas 2GB dan media penyimpanan setidaknya 32 GB.

Bagaimana dengan iPhone? Untuk handphone dari Apple, saya rasa itu lebih kepada pilihan. Kalau memang dana mencukupi dan ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oleh handphone lainnya, maka silakan memilih untuk membeli iPhone. Tapi kalau tidak, saya menyarankan uangnya digunakan untuk hal lainnya saja.

Handphone bekas pakai


Handphone seken bisa menjadi pilihan ketika spesifikasi yang diinginkan tidak sesuai dengan kecukupan dana.

Untuk handphone bekas pakai, saya menyarankan untuk melirik handphone kelas flagship. Meski spesifikasinya berada di bawah model yang baru, tapi tetap di atas rata-rata handphone lainnya.

Selain itu, handphone flagship seken biasanya juga menawarkan value for money yang lebih baik. Memang kita jadi berkompromi, tapi dengan uang yang dikeluarkan dan fitur yang didapat, handphone seken bisa menjadi pilihan yang menarik.

Atau...

Carilah handphone flagship yang sudah lalu tapi masih dalam kondisi baru. Meski mungkin lebih mahal dari hape flagship serupa yang seken, tapi tetap menawarkan value for money yang baik.

Tidak buru-buru


Ini mungkin bagian yang paling penting dari semuanya.

Bersabarlah dalam mencari dan tidak terburu-buru dalam memutuskan. Karena seyogyanya handphone yang kita punya sekarang masih berfungsi dengan baik, dan bisa memenuhi kebutuhan sampai handphone baru tiba.

Menunggu sambil terus mencari juga punya keuntungan, yaitu kita bisa menemukan handphone yang lebih baik dari yang kita rencanakan sebelumnya. Oleh karenanya, jangan terlalu cepat memutuskan dan beri waktu pada diri sendiri untuk mempertimbangkan handphone mana yang akan dibeli.

* * *

Salah satu belanja yang paling membingungkan adalah belanja handphone. Apalagi untuk orang yang awam tentang hape. Banyaknya pilihan merek dengan fitur yang serupa membuat belanja hape bisa menjadi lama.

Meskipun begitu, kita tetap perlu mengedepankan kehati-hatian dan bersabar. Pilihlah handphone yang sesuai dengan kemampuan dana namun tetap bisa memenuhi kebutuhan, baik itu secara teknis maupun lainnya. Selain itu, handphone seken juga bisa kita pertimbangkan jika dirasa perlu karena bisa menawarkan value for money yang baik.

Nah, kalau Anda bagaimana? Apa yang Anda lakukan ketika bingung memilih handphone yang akan dibeli?

Photo by Felipe P. Lima Rizo on Unsplash


Share This:

8 komentar:

  1. Boleh juga mas tipsnya.
    Cuma untuk beli Hp second emang harus lebih teliti.
    Karena sekarang banyak banget Hp second yang sebenernya udah gak layak, cuma diganti aja casenya :D

    BalasHapus
  2. Hi Mas Hans,
    Thank you. Setuju soal hape seken, memang harus lebih hati-hati. Saya sih biasanya lebih prefer beli dari perorangan dan selalu ajak COD biar bisa lebih memastikan kondisi barangnya.

    BalasHapus
  3. hi mas, terima kasih buat sharingnya.
    hampir hampir aja nih saya mau cicil HP krna yg diinginkan harganya masih tinggi. tp setelah dipikir-pikir lagi, memang lebih baik ga terburu-buru dlm membeli ya :)

    terima kasih sudah sharing mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Liana, iya, sebaiknya ditahan dulu. Kalau bisa cash, lebih baik. Keinginan biasanya menggebu pas belum dapet, kalau udah malah jadi biasa-biasa aja atau jadi menyesal.

      Hapus
  4. Krn aku rutin traveling, dan kdg males bawa dslr, aku slalu mentingin beli hp dengan feature kamera yg bagus. Jd kalo lg males bawa kamera, hp udh jd gadget yg aku andelin utk ambil foto saat traveling :p. Tp sama kayak kamu, aku jg ga pgn beli hp yg terlalu mahal. Aku ksh limit maksimal 5 jt. lbh dr itu ga worth it lah..

    BalasHapus
  5. SETUJU hahahaha

    saya juga gitu mas, biasanya kalau mau beli hape keseringan saya nyari spec yang sesuai kebutuhan aja dengan bugdet yang sama. Tapi akhir2 ini karena maraknya anak ABG beli hape kredit lalu menjualnya di konter2 hape, akhirnya saya lebih memilih handphone bekas rasa baru.. apalagi yang masih ada garansi 11 bulan.. huhuhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Strateginya oke banget tuh Mas. Harga seken rasa baru masih garansi lagi.

      Hapus