Motret saat bosan menyapa



Ada kalanya saya merasa bosan tapi malas kemana-mana. Kalaupun pergi, tidak mau yang jauh-jauh dan cukup yang dekat rumah saja. Nah, kalau sudah seperti ini saya biasanya memilih jalan kaki memutari komplek sambil bawa kamera. Hitung-hitung olah raga sambil mendokumentasikan lingkungan sekitar.

Memotret lingkungan tempat tinggal mungkin terlihat kurang menarik. Karena ketemunya dengan yang itu-itu lagi. Kalaupun ada perubahan, biasanya perubahannya relatif kecil. Tapi seiring berjalannya waktu, saya yakin foto-foto yang terkumpul akan menghibur kita kelak. Yaitu saat kita mengenang dan bernostalgia dengan masa muda.

Selain untuk dokumentasi, memotret lingkungan sekitar juga membantu kita mengetahui berbagai isu sosial yang ada. Kalau di daerah tempat saya tinggal misalnya, isu sosial yang cukup menonjol adalah keluarga gerobak. Menurut saya jumlahnya cukup banyak dan setidaknya satu gerobak terdiri dari tiga atau empat anggota keluarga.

Salah satu isu sosial yang sering ditemui adalah keluarga gerobak.

Tidak jelas apakah ada program pengendalian populasi kucing liar.

Kucing liar bisa ditemukan di banyak tempat. Terutama dekat pasar.
Ada banyak keindahan yang mungkin luput dari pandangan banyak orang.
Daun-daun seperti ini ikut mengingatkan kita tentang siklus hidup.
Selain isu sosial, jalan santai sambil mendokumentasikan lingkungan juga membuat kita lebih tahu tentang fauna yang ada.

Setidaknya saya tahu kalau populasi kucing di tempat saya tinggal lumayan banyak. Tak hanya itu, kucing-kucing liar yang hidup di jalan ternyata secara rutin mendapatkan makanan dari seorang ibu yang tiap hari berkeliling memberikan makan kepada mereka.

Dari apa yang saya lihat, makanannya cukup sederhana: campuran nasi dengan ikan. Uniknya, kucing-kucing liar tersebut sudah hapal jadwal makan mereka dan dengan sabarnya menunggu sang ibu tiba.  Saya perhatikan juga hampir tidak ada perselisihan diantara para kucing karena semuanya kebagian makan.

Sebenarnya saya ingin tahu berapa biaya yang dikeluarkan si ibu setiap harinya. Tapi sayang sampai saat ini saya belum sempat ngobrol dengan beliau untuk bertanya-tanya.

Keberadaan warung masih tetap ada, meski jumlahnya sudah jauh berkurang.

Pedagang kaki lima yang memudahkan konsumen untuk makan dan minum.

Keseharian warga di sekitar warung
Ruang publik yang mengundang kita untuk istirahat sejenak di sini.
Penasaran juga seberapa berat balon sebanyak itu.
Suasana taman yang dipenuh oleh warga yang sedang latihan.
Ikan asin, salah satu makanan favorit yang banyak jenisnya.

Menatap langit untuk mengetahui seberapa lama lagi sebelum pulang ke rumah.
Jalan-jalan sambil motret memang menyenangkan. Walaupun lokasinya masih di sekitar kita tinggal. Meskipun begitu, kita juga harus menyelinginya dengan istirahat. Yah, karena umur memang tidak bohong he..he..he... Lama-kelamaan bikin capek juga, apalagi kalau cuacanya lagi panas.

Saya sendiri kalau jalan-jalan seperti ini biasanya menyempatkan istirahat di taman ataupun di pos keamanan. Lumayan untuk melepas lelah sambil mengamati mereka yang lalu lalang.

Setelah merasa cukup, saya kembali pulang ke rumah dengan membawa harapan foto-foto yang saya ambil hasilnya akan memuaskan.  Ini yang membuat saya semangat, karena sesampainya di rumah saya bisa melihat langsung momen apa saja yang saya dokumentasikan.

* * * 

Saat saya merasa bosan dan malas kemana-mana, memotret lingkungan sekitar menjadi alternatif yang bisa dilakukan untuk mengusir kejenuhan.

Meski ada saatnya terlihat biasa-biasa saja, tapi saya yakin foto-foto yang terkumpul akan menghibur saat kita mengenang dan bernostalgia dengan masa yang telah lalu.

Selain itu, memotret lingkungan sekitar juga membantu kita mengetahui berbagai isu sosial yang ada. Ini setidaknya membuat kita menjadi lebih tahu tentang perubahan-perubahan yang ada di sekitar kita.

Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu lakukan saat bosan dan malas untuk berpergian jauh?




Share This:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar